Semangat Fastabiqul Khoirot, Dosen UM Metro Perkuat Reputasi Akademik melalui Publikasi Internasional

Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus menumbuhkan semangat Fastabiqul Khoirot dalam memajukan kampus. Salah satu wujudnya adalah melalui peningkatan capaian akademik dosen dalam publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
Dua dosen UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany dan Agus Wibowo, bersama tim peneliti berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal bereputasi Q1 dengan SJR 0,42. Jurnal tersebut telah terindeks antara lain di Scopus, Web of Science, Sinta, Crossref, Google Scholar, Garuda, Moraref, dan sejumlah lembaga pengindeks lainnya.
Artikel yang dipublikasikan berjudul “Bridging Local Wisdom and Digital Transformation: The Role of Ki Hajar Dewantara-Based Leadership in Enhancing Teacher Competency” pada Jurnal Ilmiah Peuradeun. Dalam publikasi tersebut, Muhammad Ihsan Dacholfany berperan sebagai author sekaligus corresponding author.
Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Cipto Handoko, Norma Fitria, Muhammad Rijal Fadli, Hasbullah, serta Mohd Kasturi Nor Abd Aziz dari Universiti Malaysia Perlis, Malaysia. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kualitas penelitian.
Artikel ini membahas hubungan antara kearifan lokal, kepemimpinan pendidikan, keterampilan digital, dan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi transformasi pendidikan. Perkembangan teknologi telah mengubah lingkungan pendidikan secara cepat. Teknologi harus tetap ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang memiliki arah, nilai, dan orientasi kemanusiaan.
Penelitian ini juga menegaskan relevansi filosofi Ki Hajar Dewantara dalam kepemimpinan pendidikan modern melalui konsep Trilogy-Based Leadership, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan modernisasi pendidikan. Nilai-nilai lokal justru dapat menjadi fondasi etis dalam penggunaan teknologi agar transformasi pendidikan tetap berorientasi pada manusia, kebudayaan, tanggung jawab, dan tujuan pendidikan.
Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal dan transformasi digital dapat berjalan beriringan. Filosofi Ki Hajar Dewantara dapat menjadi dasar kepemimpinan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa kini. Ketika kepemimpinan berbasis nilai, keterampilan digital, dan kompetensi tenaga pendidik dipadukan dalam satu kerangka, transformasi pendidikan dapat berlangsung secara lebih humanistik, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Capaian ini diharapkan semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UM Metro untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan meningkatkan kualitas penelitian serta publikasi ilmiah, dan seluruh warga Universitas Muhammadiyah Metro senantiasa menjaga semangat fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan untuk memajukan kampus yang unggul dan berkemajuan, serta menjunjung nilai profetik dan profesional.
Informasi Detail:
Judul Artikel:
Bridging Local Wisdom and Digital Transformation: The Role of Ki Hajar Dewantara-Based Leadership in Enhancing Teacher Competency
Penulis:
Muhammad Ihsan Dacholfany, Cipto Handoko, Agus Wibowo, Norma Fitria, Muhammad Rijal Fadli, Hasbullah Hasbullah, dan Mohd Kasturi Nor Abd Aziz.
Artikel dapat dibaca secara langsung melalui laman resmi Jurnal Ilmiah Peuradeun:
https://www.journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/1632